Kenali Retno Marsudi!

Kali ini kami akan membahas salah satu tokoh politikus yang merupakan menteri luar negeri ke 17 Indonesia, siapa lagi kalau bukan Retno Marsudi.

Retno Lestari Priansari Marsudi, S.I.P., LL.M. atau lebih dikenal dengan nama Retno Marsudi, lahir di Semarang tanggal 27 November 1962. Ia merupakan menteri luar negeri perempuan pertama di Indonesia yang sebenarnya sudah mengakhiri masa jabatannya pada 22 Oktober 2019 di kabinet kerja Presiden Joko Widodo.

Tetapi karena kinerjanya yang mumpuni, ia pun kembali dipercaya untuk menjabat sebagai Menteri Luar Negeri di tanggal 23 Oktober 2019 lalu di Kabinet Indonesia Maju periode 2019 sampai 2024. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda di Den Haag.

Ia pernah menempuh pendidikan SMA-nya di SMA Negeri 3 Semarang, dan ia memutuskan melanjutkan pendidikannya di Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta. Pendidikannya ia lanjutkan dengan mengambil S2 Hukum Uni Eropa di Haagse Hogeschool dan lulus pada tahun 1985.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia bergabung dengan kementrian luar negeri Indonesia, di sana ia menjabat menjadi sekretaris satu bidang ekonomi di Kedutaan Besar Republik Indonesia dari tahun 1997 – 2001.

Lalu di tahun 2001, ia ditunjuk sebagai Direktur Eropa dan Amerika lalu dipromosikan sebagai Direktur Eropa Barat di tahun 2003. Setelahnya, ia diangkat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Islandia dan Norwegia.

Karena segala prestasi yang dimilikinya selama ia bertugas, ia pernah sampai mendapatkan penghargaan Order of Merit dibulan Desember 2011 dari Raja Norwegia. Itu membuat dirinya menjadi orang Indonesia pertama yang mendapatkannya.

Ia diminta kembali ke Jakarta sebelum ia menyelesaikan masa baktinya untuk menjadi Direktur Jenderal Eropa dan Amerika. Tanggung jawabnya adalah untuk mengawasi hubungan Indonesia bersama dengan 82 negara yang ada di Eropa dan Amerika.Di tahun 2012, ia pun dikirim untuk Kerajaan Belanda sebagai Duta Besar.

Di tahun 2017, atas usahanya untuk memperjuangkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, Retno mendapatkan penghargaan sebagai agen perubahan. Ini diberikan oleh UN Women dan Partnership Global Forum.

UN Women sendiri merupakan lembaga dari PBB, tugasnya adalah untuk dapat memajukan kesetaraan gender dan juga pada pemberdayaan perempuan. Sementara itu, PGF atau Partnership Global Forum merupakan lembaga yang memiliki tujuan untuk dapat memajukan kemitraan inovatif untuk pembangunan.

Ini merupakan penghargaan yang diserahkan oleh Asisten Sekretaris Jenderal PBB do acara jamuan makan siang pada sela pelaksanaan Sidang Majelis Umum PBB ke 72.

Belum lama ini, Menteri Luar negeri kita ini menerima 6 anggora Steering Comittee dari Southeast Asian Network of Women Peace Negotiators and Mediators (SEANWPNM), di mana ini diharapkan untuk bisa ikut melakukan kolaborasi juga kemitraan dengan jaringan mediator perempuan, baik pada kawasan lain atau bahkan untuk tingkat global agar semakin memperkuat gerakan global.

Kehadiran mereka ini diharapkan bisa merintis generasi baru mediator-mediator perempuan dan juga bisa memperkuat kemajuan agenda WPS secara internasional.  

Mungkin ini hanya segelintir hal yang sudah pernah dilakukan oleh Ibu Retno Marsudi, karena masih banyak hal lain yang ia lakukan untuk Indonesia agar bisa semakin maju kedepannya.

Ia merupakan salah satu tokoh yang bisa menjadi teladan, khususnya bagi para kaum wanita di Indonesia. Jangan mau kalah dengan yang lain dan tunjukkan kalau wanita pun bisa melakukannya.